Oleh: rumahdamai | 25 Juni 2008

Sempit…!!!

Ada sebuah keluarga yang hidup dengan keadaan ekonomi yang cukup. tinggal di rumah yang sederhana. berkat karunia Allah Ta’ala suami istri ini di karuniai tiga orang anak, anehnya ketiga anaknya ini begitu aktifnya. karena menghadapi kondisi rumahnya yang berantakan, si kepala kelurga bersilaturahmi kepada seorang kyai dengan harapan mendapatkan nasihat yang berguna untuk ketentraman keluarganya.

“Pak kyai, saya sudah tidak tahan dengan keadaan dan kondisi rumah saya yang sudah tidak bisa menampung keluarga saya pak, tolong pak kyai beri saya nasehat agar keadaan keluarga saya tidak seperti itu lagi.” keluh si kepala keluarga. dengan ringan pak kyai memberi nasehat, “beli ayam kampung tiga ekor, pelihara sampe besar..!” Dengan lugunya si kepala keluarga itu menuruti nasihat pak kyai. akan tetapi keadaan yang terjadi tidak seperti yang diharapkan, tiga anak yang hiperaktif berlari kesana-kemari menjadikan konidsi rumahnya lebih parah dari sebelumnya. si kepala ini mendatangi kembali pak kyai lalu menjelaskan semua keadaan yang terjadi. untuk yang kedua kalinya, dengan ringan pak kyai menasehatkan, “beli kambing satu, lalu pelihara sampe besar.” dengan perasaan ragu, sikepala keluarga itu pun menuruti perkataan pa kyai. dan apa yang terjadi, hal yang paling dia khawatirkan terjadi. kondisi rumahnya bukan menjadi tenang malah sebaliknya. akhirnya si kepala keluarga ini datang ke rumah pak kyai, kedatangannya kali ini ingin menuntut pak kyai atas nasehatnya yang nyeleneh. namun apa yang terjadi, setelah berhadapan dengan pak kyai, kepala keluarga ini di perintahkan kembali oleh pak kyai, untuk membeli seekor sapi sebagai tugas yang terakhir, apa bila tugas ini dilaksanakan dengan baik maka keluarganya akan menjadi lebih baik.

tiga anaknya yang hiperaktif seperti di manjakan oleh sang bapak, setiap hari mereka bermain dengan semua binatang peliharaan bapaknya ini, kondisi yang tambah kacau membuat si kepala keluarga kehilangan kesabaran. tanpa pikir panjang, ia langsung mendatangi pak kyai dan memarahinya. pak kyai yang plamboyan tanpa perasaan bersalah, berkata; “kau jual saja semua binatang itu, 3 hari lagi datang padaku.”

setelah tiga hari berlalu, kepala keluarga itu datang dengan wajah cerah. Pak kyai bertanya, “bagaimana sekarang.” “Alhamdulillah, pak kyai. sekarng kondisi rumah saya jadi lebih baik.” pak kyai bertanya kembali, “apakah hartamu jadi bertambah, ketika pertama kerumahku dengan sekarang..??” “tidak pak kyai..” ia menjawab. Dengan nada keras pak kyai menjelaskan, “dengarlah…! susah, senang…lapang, sempit…(sambil menunjuk dada) pak kyai melanjutkan…semua ada disini..!!!”


Beri tanggapan

Your response:

Kategori