Setelah sholat dhuhur, seperti biasanya saya pergi ke dapur jamiah untuk makan siang bersama. di perjalanan pulang menuju asrama, anang, kakak tingkat saya selalu saja memuji Allah Ta’ala, “Alhamdulillah, betapa baiknya Tuhan saya. ketika saya lapar Ia berikan rizki-Nya, ketika saya tidak tahu apa pun Ia berikan saya ilmu…” ditengah untaian pujiannya, kemudian saya menyela, “ngga..tuhan saya jahat..!” “kenapa begitu..” pak anang terkejut. “ya…tuhan saya selalu menguji saya, dan setiap kali diuji saya selalu kalah..”. mendengar alasan saya dengan tenang pak anang kemudian menjelaskan…”itu bagus…”(saya bengong) “kok bagus..!” pak anang menambahkan, “kalau kamu diuji oleh Tuhan, kemudian kamu selalu ‘menang’ justru itu akan menjadikan kamu sombong, karena merasa diri suci.” tetapi dengan kamu kalah dan kalah lagi, itu justru akan membuat kamu sadar bahwa kamu itu manusia, makhluk yang lemah, butuh pertolongan Tuhan..”
Oleh: rumahdamai | 23 Juni 2008