Oleh: rumahdamai | 22 Juni 2008

harga diri

marahMinggu pagi, saya mendapat telpon untuk peliputan suatu acara dengan gus mis. Dan saya berangkat ke kantor dengan menggunakan angkutan kota, di dalam angkutan kota yang saya naiki terdapat beberapa penumpang di dalamnya. diantaranya seorang pemuda dengan rambut anggak gondrong dan juga seorang nenek, keduanya telah saling kenal hal itu terlihat dari obrolan mereka. Tak lama kemudian, naik dua penumpang, seorang kakek dan ibu muda. Si pemuda ini pun terlihat akrab dengan kedua penumpang bahkan ia cium tangan pada kakek tersebut. Setelah beberapa ratus meter melaju, si pemuda dan kakek itu turun, lalu dengan sigap ia membayar ongkosnya dan juga si kakek. Uang lima ribu puah pun ia berikan pada bang sopir. Dengan wajah cuek, bang sopir langsung menancap gas mobil nya dengan kecepatan yang tinggi. Beberapa orang penumpang di dalam angkot tersebut teriak, karena mereka melihat pemuda yang baru saja turun mengacungkan kepalan kearah angkot yang telah melaju kencang ini. Dan bukan hanya itu, pemuda itu pun mengejar mobil angkot yang saya tumpangi dengan menaiki mobil angkot yang ada di belakangnya. kejar-kejaran pun tak terelakan, bahkan penumpang di pinggir jalan yang akan naik pun di acuhkan. setelah jauh meninggalkan mobil yang di belakangnya, si sopir langsung membelokan angkotnya ini kesebuah bengkel sambil meminta kepada saya dan penumpang yang lain untuk pindah ke mobil yang lain. Dalam hati saya bergumam, harga-harga barang sudah naik, tetapi kenapa hanya karena uang kembalian seribu rupiah mereka rela menjatuhkan harga dirinya.

Gambar : popsy.wordpress.com


Tanggapan

  1. iya yah…..
    gara-gara seribu-an….
    mbok ya di ikhlasin aja yah….
    amal sholeh gitchu..


Beri tanggapan

Your response:

Kategori