Oleh: rumahdamai | 17 Juni 2008

Mengumpulkan Kerikil

Ketika saya “singgah” di jamiah, saya bertemu dengan seorang dosen. Bapak dosen itu kemudian bercerita kepada saya dan juga beberapa teman yang kebetulan hadir pada saat itu. Beliau bercerita tentang seorang pemuda yang sedang melakukan perjalanan jauh. Dalam menempuh perjalanan tersebut, si pemuda ini sudah terlihat begitu lelah. Dia berjalan dengan langkah yang terseak-seak. Ditengah perjalanannya, ia bertemu dengan seorang kakek yang sedang beristirahat di bawah sebuah pohon yang rindang. Si pemuda melihat kakek tua itu begitu menikmati istirahatnya. Tetapi lama kelamaan, si pemuda itu menjadi takut, dalam hatinya terbersit tanya “…..?!”
kakek tua ini sedang istirahat atau ia sudah meninggal..?
Si pemuda mencoba membangunkan kakek tua itu dari istirahatnya….
“Kek…!kek…! “
Setelah beberapa kali memanggil sambil menguncang-guncang badannya, tetapi kakek tua itu tidak juga bangun. Tanpa pikir panjang, si pemuda itu langsung pergi melanjutkan langkahnya. Baru beberapa langkah ke muka, ada yang memanggil si pemuda dari arah belakang…
“Anak muda…!” dengan terkejut ia menghentikan langkahnya. “Di depan nanti, kamu akan menemukan sebuah sungai, dari sungai itu bawalah segala yang ada sampai kamu tidak sanggup untuk membawanya…”
Tanpa menengok kebelakang, si pemuda itu langsung melanjutkan perjalanannya. Setelah lama dan lelah berjalanan, ia pun menghentikan langkahnya sambil mengingat pesan si kakek tua tadi.
“mana sungainya..! dasar kakek tua, sudah tua bukan banyak beramal malah tambah berbohong…” ia kesal.
Dengan memendam kekesalannya ia pun berjalan kembali, dan beberapa saat kemudian ia melihat sebuah bukit yang tidak begitu tinggi. Si pemuda pun lari ke arah bukit, dan sesampainya di puncak bukit ia berteriak melepaskan semua kekesalan, lelah dan juga penat yang dirasakan.
“Wuaaaaaaa…..!!!!” si pemuda berteriak. Pandangannya berputar menatap langit yang begitu luas. Dan ketika ia melihat ke kaki bukit, sebuah sungai dengan air yang mengalir bersih membawa ingatannya kepada kakek tua yang ia jumpai di bawah pohon tadi. Si pemuda itu berlari kearah sungai, dan tanpa pikir panjang ia langsung melompat dan menenggelamkan tubuhnya di sungai itu.
Tak berapa lama, si pemuda pun muncul dari dalam air. Dan dengan wajah yang segar ia pun tertawa. “Ha….ha…..ha….!!”
Ketika asik bermain air, si pemuda ingat dengan dengan nasihat si kakek tua. Tetapi, setelah ia melihat di sekeliling sungai itu ia tidak mendapatkan apa pun yang terlihat berharga kecuali hanya kerikil-kerikil yang berserakan.
“…hanya kerikil saja, apa yang bisa aku bawa untuk bekal perjalanku ?…kakek tua itu sudah membuat aku pusing..!” ia pun menggerutu dalam hati. Tetapi demi menghargai pesan sang kakek, si pemuda pun mengambil tiga butir kecil batu kerikil.
Waktu berlalu, si pemuda melanjutkan perjalanannya. bertemu malam ia pun singgah untuk membuat tenda peristirahatan. Di keheningan malam dalam lelapnya tidur, ia pun terbangun karena ada sesuatu mengganjal di saku celana yang mengganggu istirahatnya. Tanpa pikir panjang, si pemuda langsung membuang apa yang ada dalam sakunya itu. Di bawah sinar bulan, seberkas sinar indah dan berkilauan terlihat di hadapan si pemuda itu. Ia pun terbangun, dan ketika menghampiri sinar itu, ia pun terhentak kaget, setelah ia tahu bahwa sinar yang indah itu berasal dari batu yang ia bawa dari sungai.
Si pemuda dengan penuh sesal berkata dalam hati, “..mengapa aku tidak membawa kerikil itu sebanyak-banyaknya. seandainya ku bawa, aku sudah menjadi orang yang kaya raya sekarang…” ……..
Demikianlah cerita yang sangat menginspirasi saya dalam hidup ini. Saya tidak tahu ilmu apa yang akan menjadi cahaya dalam gelapnya hidup yang saya lalui. Dan saya tidak tahu amal apa yang akan saya bawa dan menjadi cahaya bagi saya diakhirat nanti. SAYA HANYA BERUSAHA MENGUMPULKAN KERIKIL-KERIKIL KECIL….

Gambar : arismotivasi.blogspot.com


Tanggapan

  1. BEner Pak Bilal…
    ada hadist ya…
    dimanapun kau menemukan hikmah, pungutlah…
    mungkin di barat, timur, selatan, utara….


Beri tanggapan

Your response:

Kategori